Friday, July 29, 2016

Rakyat Menyalakan Seribu Lilin Kekecewaan Untuk Jokowi

Agen-Poker-Domino-Ceme-dan-Blackjack-Nomor-Satu-di-Indonesia-SALAMPOKER.COM



Koransalam - Rencana eksekusi mati terhadap 14 terpidana kasus narkoba rupanya ditentang oleh sebagian masyarakat. Puluhan orang bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bahkan menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta pada Kamis 28 Juli.

Menurut Koordinator LBH Masyarakat, Antonius Badar, aksi damai itu mereka lakukan untuk meminta Presiden Joko Widodo membatalkan rencana eksekusi mati tahap tiga bagi para terpidana. Mereka juga menyalakan seribu lilin sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah yang bersikeras menerapkan hukuman mati.

Antonius menyebut ada beberapa alasan mengapa mereka mendesak dihapuskan pidana hukuman mati. Salah satunya yakni hukuman mati akan menghilangkan rasa kemanusiaan sebagai bangsa yang beradab. 

Antonius juga menjelaskan jika pihaknya masih menemukan kelemahan dalam proses penanganan perkara kasus narkoba itu. Contohnya dalam kasus Humphrey Jefferson dan Merry Utami dimana hakim tidak bisa membuktikan bahwa kedua orang tersebut adalah pengedar. 

Sementara itu, pemerintah tetap melaksanakan eksekusi mati terhadap para terpidana pada Jumat 29 Juli dini hari. Namun, dari 14 terpidana, hanya empat orang yang sudah di eksekusi mati. Keempat terpidana itu yakni Freddy Budiman (Indonesia), Seck Osmane (Nigeria), Michael Titus Igweh (Nigeria) dan Humphrey Ejike (Nigeria). 





No comments:

Post a Comment